MENJADI AYAH HEBAT (BELAJAR DARI NABI IBRAHIM)
Assalamualikum Wr.Wb.
sobat Ayah adalah roisul madrasah artinya yang bertanggung jawab dalam sebuah rumah tangga.
Maka dalam Al-Quran Allah mengajarkan kita sebuah kisah dari Nabi Ibrahim berserta anak nya Nabi Musa as yang dapat kita ambil pelajarannya.
Ada 26 Cara Menjadi Ayah Hebat Seperti Nabi Ibrahim.
1. Tersebutlah tokoh pengasuhan dalam Al-quran. Dimana keluarganya ditinggikan atas seluruh insan (3:33). Dialah ibrahim, ayah teladan
2. Di tengah kesibukan sebagai nabi, tetap peduli terhadap anak istri. Meneruskan iman dari generasi ke generasi
3. Meski pulang setahun sekali, bukan berarti jadi ayah yg tak peduli. Urusan mengasuh anak tetap dilakoni. Terbukti 2 dari 12 anaknya adalah nabi
4. Dialah Abu al anbiya. Seluruh keturunannya menjadi manusia mulia. Hingga kita perlu belajar kepadanya bagaimana seharusnya menjadi orangtua
5. Dari ishaq anaknya, terlahirlah sosok ya'qub hingga yusuf yg mempesona. Dari ismail sang buah hati tercinta, jauh berabad-abad kemudian lahirlah Muhammad, manusia termulia
6. Untuk bisa mencetak anak semulia Ismail, maka belajarlah menjadi orang tua berkualitas seperti ibrahim. Mengasuh anak harus terampil tak bisa dalam sekejap.
7. Ibrahim membuktikan, bahwa tanggung jawab ayah bukan tidak hanya mencari sesuap nasi. Tapi juga peduli dalam mengasuh anak bersama istri.
8. Ibu memang madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Maka jadilah ayah kepala sekolah bukan penjaga sekolah
9. Kepala sekolah tugasnya menyamankan sekolah. Inilah yang dilakukan ibrahim saat mula-mula mencari tempat tinggal bagi keluarganya (14:35)
10. Jika sekolah nyaman, maka siswa pun belajar dengan fun. Itulah kenapa suami harus bisa membuat sang istri merasa nyaman agar ia bisa asuh anak dengan senang hati.
11. Sebagai kepala sekolah, ibrahim punya visi misi (14:35-37). Hajar sebagai ibu jalankan tugas dan kewajiban sesuai juklak tanpa merasa ragu sedkitpun.
12. Saat kembali ke rumah, Ibrahim total jalankan misi mengasuh. Anak sering diajak ngobrol seraya jwa hadir secara utuh.
13. Perintah Allah disampaikan secara santun. Anak menerimanya tidak dengan manyun. Taat dalam kondisi apapun (37:102)
14. Anak yang tak pernah diajak bicara, patuh kepada orang tua karena terpaksa.. Saat lepas dari orang tua merasa merdeka. Langgar agama tak takut dosa.
15. 'Bagaimana pendapatmu nak?' Inilah kalimat sakti seorang ayah, yang hargai anaknya. Meski anak masih belia tetap punya hak untuk ditanya
16. Ayah hebat Ibrahim, tidak sembarangan mencari tempat tinggal. Lebih memilih jauh di ujung berung asal dekat dengan masjid tempat bernaung (14:37).
17. Sebab, jika anak terbiasa bermain dekat masjid, jiwanya dekat dengan Allah Al Majid. Apabila dekat dengan mall atau pasar, maka syahwatnya makin liar
18. Maka, jangan sembarang cari tempat tinggal. Karena jika tidak, rencana pengasuhan sebaik apapun berpotensi gagal
19. Akhlaq Ibrahim juga jadi teladan. Tak berbeda apa yang dikerjakan dengan yang dikatakan. Sebelum mengajar anak, ia memulai duluan (14:40-41)
20. Anak belajar dari apa yang dilihat ketimbang apa yg didengar. Lisan menyuruh untuk sholat namun kadang ayah sendiri suka melanggar
21. Terakhir, saat jauh terpisah dari sang anak,anda tak pernah alpa merangkai doa. Anak terikat hatinya sebab dijaga oleh Allah Penguasa Semesta
22. Ibrahim merangkai doa dari negeri sebrang. Berharap iman dalam jiwa anak tak pernah hilang. Inilah sosok ayah penyayang
23. Jika jarak telah memisahkan, biarkan doa yg menyatukan. Sebab doa senjata orang beriman. Inilah rahasia kesuksesan ayah teladan
24. Maka tak ada alasan karena sibuk bekerja, abai dalam urusan rumah tangga. Justru lelaki mulia diukur dari kemanfaatan di dalam keluarga
25. Mari mengambil hikmah jadi ayah hebat dari Ibrahim agar lahir generasi sekualitas ismail. Jika peran ayah minim, lalu bagaimana mungkin negeri kita berhasil?
26. Ini sekedar bahan renungan. Tak ada maksud untuk menyalahkan. Jika salah mohon dimaafkan. Silahkan share jika berkenan.
itulah yang dapat kita ambil dari kisah nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya.
Wassalmualikum Wr.Wb
sobat Ayah adalah roisul madrasah artinya yang bertanggung jawab dalam sebuah rumah tangga.
Maka dalam Al-Quran Allah mengajarkan kita sebuah kisah dari Nabi Ibrahim berserta anak nya Nabi Musa as yang dapat kita ambil pelajarannya.
Ada 26 Cara Menjadi Ayah Hebat Seperti Nabi Ibrahim.
1. Tersebutlah tokoh pengasuhan dalam Al-quran. Dimana keluarganya ditinggikan atas seluruh insan (3:33). Dialah ibrahim, ayah teladan
2. Di tengah kesibukan sebagai nabi, tetap peduli terhadap anak istri. Meneruskan iman dari generasi ke generasi
3. Meski pulang setahun sekali, bukan berarti jadi ayah yg tak peduli. Urusan mengasuh anak tetap dilakoni. Terbukti 2 dari 12 anaknya adalah nabi
4. Dialah Abu al anbiya. Seluruh keturunannya menjadi manusia mulia. Hingga kita perlu belajar kepadanya bagaimana seharusnya menjadi orangtua
5. Dari ishaq anaknya, terlahirlah sosok ya'qub hingga yusuf yg mempesona. Dari ismail sang buah hati tercinta, jauh berabad-abad kemudian lahirlah Muhammad, manusia termulia
6. Untuk bisa mencetak anak semulia Ismail, maka belajarlah menjadi orang tua berkualitas seperti ibrahim. Mengasuh anak harus terampil tak bisa dalam sekejap.
7. Ibrahim membuktikan, bahwa tanggung jawab ayah bukan tidak hanya mencari sesuap nasi. Tapi juga peduli dalam mengasuh anak bersama istri.
8. Ibu memang madrasah pertama seorang anak dan ayah adalah kepala sekolahnya. Maka jadilah ayah kepala sekolah bukan penjaga sekolah
9. Kepala sekolah tugasnya menyamankan sekolah. Inilah yang dilakukan ibrahim saat mula-mula mencari tempat tinggal bagi keluarganya (14:35)
10. Jika sekolah nyaman, maka siswa pun belajar dengan fun. Itulah kenapa suami harus bisa membuat sang istri merasa nyaman agar ia bisa asuh anak dengan senang hati.
11. Sebagai kepala sekolah, ibrahim punya visi misi (14:35-37). Hajar sebagai ibu jalankan tugas dan kewajiban sesuai juklak tanpa merasa ragu sedkitpun.
12. Saat kembali ke rumah, Ibrahim total jalankan misi mengasuh. Anak sering diajak ngobrol seraya jwa hadir secara utuh.
13. Perintah Allah disampaikan secara santun. Anak menerimanya tidak dengan manyun. Taat dalam kondisi apapun (37:102)
14. Anak yang tak pernah diajak bicara, patuh kepada orang tua karena terpaksa.. Saat lepas dari orang tua merasa merdeka. Langgar agama tak takut dosa.
15. 'Bagaimana pendapatmu nak?' Inilah kalimat sakti seorang ayah, yang hargai anaknya. Meski anak masih belia tetap punya hak untuk ditanya
16. Ayah hebat Ibrahim, tidak sembarangan mencari tempat tinggal. Lebih memilih jauh di ujung berung asal dekat dengan masjid tempat bernaung (14:37).
17. Sebab, jika anak terbiasa bermain dekat masjid, jiwanya dekat dengan Allah Al Majid. Apabila dekat dengan mall atau pasar, maka syahwatnya makin liar
18. Maka, jangan sembarang cari tempat tinggal. Karena jika tidak, rencana pengasuhan sebaik apapun berpotensi gagal
19. Akhlaq Ibrahim juga jadi teladan. Tak berbeda apa yang dikerjakan dengan yang dikatakan. Sebelum mengajar anak, ia memulai duluan (14:40-41)
20. Anak belajar dari apa yang dilihat ketimbang apa yg didengar. Lisan menyuruh untuk sholat namun kadang ayah sendiri suka melanggar
21. Terakhir, saat jauh terpisah dari sang anak,anda tak pernah alpa merangkai doa. Anak terikat hatinya sebab dijaga oleh Allah Penguasa Semesta
22. Ibrahim merangkai doa dari negeri sebrang. Berharap iman dalam jiwa anak tak pernah hilang. Inilah sosok ayah penyayang
23. Jika jarak telah memisahkan, biarkan doa yg menyatukan. Sebab doa senjata orang beriman. Inilah rahasia kesuksesan ayah teladan
24. Maka tak ada alasan karena sibuk bekerja, abai dalam urusan rumah tangga. Justru lelaki mulia diukur dari kemanfaatan di dalam keluarga
25. Mari mengambil hikmah jadi ayah hebat dari Ibrahim agar lahir generasi sekualitas ismail. Jika peran ayah minim, lalu bagaimana mungkin negeri kita berhasil?
26. Ini sekedar bahan renungan. Tak ada maksud untuk menyalahkan. Jika salah mohon dimaafkan. Silahkan share jika berkenan.
itulah yang dapat kita ambil dari kisah nabi Ibrahim dalam mendidik anaknya.
Wassalmualikum Wr.Wb
No comments for "MENJADI AYAH HEBAT (BELAJAR DARI NABI IBRAHIM)"
Post a Comment